Berisi tentang berbagai jenis Obat Herbal dan Kimia yang beredar di Indonesia dan sekitarnya

Obat Generik

Obat generik adalah obat yang telah habis masa patennya, sehingga dapat diproduksi oleh semua perusahaan farmasi tanpa perlu membayar royalti. Ada dua jenis obat generik, yaitu obat generik bermerek dagang dan obat generik berlogo yang dipasarkan dengan merek kandungan zat aktifnya. Dalam obat generik bermerek, kandungan zat aktif itu diberi nama (merek).

Obat Paten

Obat Paten Adalah hak paten yang diberikan kepada industri farmasi pada obat baru yang ditemukannya berdasarkan riset Industri farmasi tersebut diberi hak paten untuk memproduksi dan memasarkannya, setelah melalui berbagaii tahapan uji klinis sesuai aturan yang telah ditetapkan secara internasional.

Obat Tradisional

Obat tradisional adalah obat-obatan yang diolah secara tradisional, turun-temurun, berdasarkan resep nenek moyang, adat-istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan setempat, baik bersifat magic maupun pengetahuan tradisional. Menurut penelitian masa kini, obat-obatan tradisional memang bermanfaat bagi kesehatan, dan kini digencarkan penggunaannya karena lebih mudah dijangkau masyarakat, baik harga maupun ketersediaannya. Obat tradisional pada saat ini banyak digunakan karena menurut beberapa penelitian tidak terlalu menyebabkab efek samping, karena masih bisa dicerna oleh tubuh.

Herbal

Herbal adalah tanaman atau tumbuhan yang mempunyai kegunaan atau nilai lebih dalam pengobatan. Dengan kata lain, semua jenis tanaman yang mengandung bahan atau zat aktif yang berguna untuk pengobatan bisa digolongkan sebagai herbal.

Obat Kimia

Obat Kimia yaitu obat yang mempunyai campuran bahan kimia yang tidak disintesis di dalam tubuh. Seperti obat yang beredar diwarung dan apotek .

Tampilkan postingan dengan label Kimia Fisika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia Fisika. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Januari 2019

Kromatografi dan Kromatografi lapis tipis

Kromatografi, Kromatografi lapis tipis (KLT), Thin Layer Chromatograpy
                   (Gambar ilustrasi I)
A. Kromatografi
Kromatografi merupakan suatu teknik pemisahan yang menggunakan fasa diam dan fasa gerak. Teknik kromatografi ini sudah berkembang dan telah digunakan untuk memisahkan dan mengkuantifikasi berbagai
macam komponen yang kompleks, baik komponen organik maupun komponen anorganik. Berdasarkan pada alat yang digunakan kromatografi dapat dibagi atas kromatografi kertas, Kromatografi lapis tipis (KLT), Kromatografi kolom, Kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) dan Kromatografi gas (Gandjar & Rohman, 2012:323-324).
 
(Gambar ilustrasi II)
B. Kromatografi Lapis Tipis
KLT merupakan bentuk kromatografi planar yang fase diamnya berupa lapisan yang seragam pada permukaan bidang datar yang didukung oleh lempeng kaca, pelat alumunium, atau pelat plastik. Kromatografi Lapis Tipis memiliki beberapa keuntungan dibanding teknik kromatografi lain diantaranya, KLT lebih mudah, murah, dan peralatannyapun lebih sederhana dibandingkan dengan kromatografi kolom (Gandjar & Rohman, 2012:353).
Fasa diam yang digunakan dalam KLT merupakan penjerap yang berukuran kecil dengan diameter partikel antara 10-30 µm. Semakin kecil ukuran rata-rata partikel fasa diam dan semakin sempit kisaran ukuran fasa diam, maka semakin baik kinerja Kromatografi Lapis Tipis dalam hal efesiensi dan resolusinya. Penjerap yang paling sering digunakan adalah silika dan serbuk selulosa. Mekanisme utama pada KLT adalah partisi dan absorbsi. Lapisan tipis yang digunakan sebagai penjerap terbuat dari silika yang telah dimodifikasi. Pada fasa gerak KLT ini berupa satu pelarut atau lebih yang harus memliki kemurnian yang sangat tinggi karena KLT merupakan suatu teknik pemisahan yang sensitif (Gandjar & Rohman, 2012:354, 359).
Jarak yang ditempuh senyawa pada kromatogram biasanya dinyatakan dengan bilangan Rf. Bilangan Rf diperoleh dengan mengukur jarak antara titik awal dan puncak bercak yang dihasilkan senyawa, kemudian dibagi dengan jarak antara titik awal dan garis depan (yaitu jarak yang ditempuh cairan pengembang). Bilangan Rf selalu berupa pecahan dan terletak antara 0,01 dan 0,99 (Harbone, 1996:11).


Disusun: N. Linda R.D.
Sumber : ilmu-kefarmasian.blogspot.com